← Semua guide

Makan dan supermarket di Mekah dan Madinah untuk umroh mandiri

Makan dan supermarket di Mekah dan Madinah untuk umroh mandiri

Foto: Garvit Nama di Unsplash

Aziza Francienne
Oleh Aziza FrancienneDiperbarui 30 Oktober 2026

Ringkasnya: kami nggak ambil paket makan. Sarapan buah, roti, dan susu dari supermarket, makan siang dan malam cari di sekitar masjid. Rata-rata aku pakai SAR 60 per hari (≈ Rp280 ribu) buat makan dan jajan. Yang paling aku suka Karak Express, dan Al Baik juga.

Isi halaman ini:

  1. Cara makan kami
  2. Kalau mau makan di hotel
  3. Restoran Indonesia
  4. Fast food
  5. Rekomendasiku
  6. Supermarket
  7. Bawa dari Indonesia
  8. Pertanyaan yang sering ditanya

Cara makan kami

Kalau mau makan di hotel

Kebanyakan hotel yang dipesan lewat OTA cuma termasuk sarapan. Kalau mau nambah di hotel, kira-kira SAR 50–100 per orang (≈ Rp235–470 ribu). Harga kamar dengan makan biasanya bisa dua kali lipat kamar tanpa makan. Kalau mau makan tiga kali sehari, katanya bisa dipesan lewat penyedia jasa hotel orang Indonesia.

Restoran Indonesia

Daftar ini dari artikel Telkomsel, restoran Indonesia di Mekkah dan Madinah, kecuali Aromania yang aku datangi sendiri. Klik nama restorannya buat buka lokasinya di Google Maps, dan cek jaraknya dulu karena beberapa cukup jauh dari masjid.

Mekah

Madinah

Food court dan mall di Mekah

Aku juga makan di mall di bawah Clock Tower, dan ada food court lain di bangunan sebelah Clock Tower. Pokoknya banyak food court di Mekah dan Madinah, jadi gampang cari makan tanpa jauh-jauh dari masjid.

Menurut artikel detik (cukup lama), harga per porsi di restoran Madinah dan Mekah sekitar SAR 15–30 (≈ Rp70–140 ribu). Cek lagi harga terbaru.

Fast food

Yang paling aku suka Karak Express, tapi Al Baik juga. Al Baik punya cabang di Jeddah, Mekah, dan Madinah.

Karak Express itu restoran cepat saji yang buka 2021 dekat Masjid Nabawi, menunya biryani, ayam broasted, shawarma, dan karak chai (Karak Express).

Alternatif lain yang aku temukan: Hardee's (ada food court di Abraj Al-Bait), Kudu, Al Tazaj, dan Al Romansiah (sekitar SAR 40–80, ≈ Rp190–375 ribu).

Rekomendasiku

Supermarket

Supermarket gampang dicari di sekitar Masjidil Haram dan Nabawi. Yang kami beli: buah, susu, roti, yoghurt, air, snack, dan toiletries. Dari yang aku temukan (belum aku datangi, jadi cek lokasi di Google Maps):

Harga barangnya belum aku temukan. Aku sendiri belanja di BinDawood, di sekitar pelataran masjid.

Bawa dari Indonesia

Kami bawa rendang, bakso, nasi atau nasi porang, sambal, kerupuk, dan snack kering. Kalau mau ditaruh di kulkas hotel, pastikan sudah beku dari Indonesia. Soal aturan membawa makanan ke Saudi, lihat bagian "Bawa makanan dan obat ke Saudi" di Hal praktis.

Di kamar hotel kami ada kettle (cukup buat bikin Energen dan minuman instan), kulkas, tapi tidak ada microwave.

Pertanyaan yang sering ditanya

Budget makan per hari berapa?

Aku pakai SAR 60 per hari (≈ Rp280 ribu) untuk makan dan jajan. Karena sering sharing, nggak ada angka yang pasti.

Boleh bawa makanan dari Indonesia?

Kami bawa rendang, bakso, nasi, sambal, kerupuk, dan snack kering. Makanan kemasan tersegel pada umumnya aman, tapi cek aturan bea cukai dulu.

Kembali ke guide inti