Umroh bawa orang tua: kursi roda, hotel dekat, dan kalau hilang
Foto: Arum Visuals di Unsplash
Ringkasnya: mamaku umur 56. Jalan 10 menit masih oke, tapi pas siang yang panas dan habis ibadah, itu capek. Saudi ramah banget buat orang tua, dengan kursi roda dan kendaraan listrik di mana-mana.
Isi halaman ini:
- Fasilitas yang ada
- Tips dari pengalamanku
- Kalau orang tua atau anak hilang
- Pertanyaan yang sering ditanya
Fasilitas yang ada
Kursi roda ada di mana-mana, dan ada jasa khusus yang bantu lansia, termasuk untuk tawaf dan sa'i. Ada juga opsi kendaraan listrik buat tawaf dan sa'i.
Harga dari sumber yang aku temukan (cek lagi di aplikasi resminya, Tanaqol):
- Kendaraan listrik satu orang: SAR 57,5 (≈ Rp270 ribu) untuk tawaf saja, SAR 57,5 (≈ Rp270 ribu) untuk sa'i saja, dan SAR 115 (≈ Rp540 ribu) untuk keduanya. Untuk dua orang: SAR 115 dan SAR 230 (≈ Rp1,1 juta).
- Kursi roda dengan pendorong: sekitar SAR 100–150 (≈ Rp470–705 ribu). Paket umroh lengkap dengan kursi roda sekitar SAR 250 (≈ Rp1,2 juta). Harga tiap sumber beda.
- Kursi roda manual gratis katanya tersedia di beberapa gate Masjidil Haram, seperti King Abdul Aziz Gate, Gate 74, dan Ajyad Gate.
- Di Masjid Nabawi ada layanan gratis dan berbayar juga, tapi harganya belum ketemu.
Akses kursi roda di area tawaf bisa berbeda-beda, tergantung waktu dan kepadatan. Tanya petugas di lokasi. Dari yang aku baca, sewa kursi roda dengan petugas pendorong untuk tawaf dan sai sekitar SAR 250 (≈ Rp1,2 juta) di kondisi normal, dan naik menjelang puncak haji. Pakai petugas resmi yang berompi. Yang nggak resmi berisiko meninggalkan jamaah di tengah tawaf atau sa'i kalau ada razia askar.
Tips dari pengalamanku
- Orang tua jangan terlalu banyak jalan dan jangan terlalu kena panas. Kasih vitamin dan pastikan makannya banyak.
- Kalau kita yang muda mau explore, orang tua sebisa mungkin stay di masjid atau di hotel.
- Mamaku umur 56. Jalan 10 menit masih oke, tapi pas siang yang panas dan habis ibadah, itu lumayan capek. Kalau bawa orang tua, pilih hotel yang lebih dekat, dan yang dekat dengan fasilitas darurat.
- Yang penting buat orang tua: tahu nama hotelnya. Taruh kartu hotel di tas atau sakunya.
Kalau orang tua atau anak hilang
Banyak yang terpisah dari keluarga di sana, jadi tahu tempat melapor itu penting. Dari yang aku temukan:
- Ada gelang pengaman gratis di Ajyad Gate 3 dan King Fahd Gate 79, buat anak dan lansia. Gelang itu berisi kontak dan dinonaktifkan saat keluar.
- Pusat barang hilang Masjidil Haram ada di halaman timur dekat Perpustakaan Makkah, dan menurut satu panduan buka 24 jam.
- Ada Lost Children's Care Center, tapi informasinya lama. Cara paling konsisten: langsung ke petugas keamanan atau pusat terdekat.
- Dari pengalamanku, ada center yang timnya cepat menghubungi pos-pos buat nyari.
Aku nggak menemukan informasi untuk Masjid Nabawi.
Pertanyaan yang sering ditanya
Orang tua pakai kursi roda atau kendaraan listrik?
Dua-duanya ada. Kendaraan listrik satu orang mulai SAR 57,5 (≈ Rp270 ribu) untuk tawaf, dan kursi roda manual gratis di beberapa gate. Cek lagi harga di aplikasinya.
Kalau orang tua hilang?
Pastikan mereka tahu nama hotel dan bawa kartu hotel. Ada gelang pengaman gratis di Ajyad Gate 3 dan King Fahd Gate 79, dan pusat barang hilang di halaman timur dekat Perpustakaan Makkah.