← Semua guide

Kesehatan saat umroh: vaksin, obat, dan haid (pengalaman aku)

Kesehatan saat umroh: vaksin, obat, dan haid (pengalaman aku)

Foto: Osmany M Leyva Aldana di Unsplash

Aziza Francienne
Oleh Aziza FrancienneDiperbarui 30 Oktober 2026

Ringkasnya: sebelum berangkat kami urus surat sehat dan vaksin meningitis, bawa obat dasar, dan buat perempuan, aku bahas urusan haid yang paling sering bikin panik. Adikku konsultasi ke dokter kandungan (Rp150 ribu plus obat) dan mulai minum obat penunda haid 3 hari sebelum berangkat. Di sini juga ada sumber soal hukum umroh saat haid, rumah sakit di Mekah dan Madinah, dan asuransi di visa umroh.

Isi halaman ini:

  1. Surat sehat & vaksin
  2. Asuransi
  3. Obat dasar yang kami bawa
  4. Untuk perempuan: urusan haid
  5. Tambahan dari keluargaku
  6. Detail vaksin: meningitis, polio, dan e-ICV
  7. Tips supaya nggak gampang sakit
  8. Pertanyaan yang sering ditanya

Bagian ibadah dan haid di halaman ini bukan fatwa. Aku kumpulin sumber-sumbernya, tapi keputusan akhirnya tanya ustaz atau mutawif yang kalian percaya.

1. Surat sehat & vaksin

2. Asuransi

Asuransi kesehatan darurat itu udah jadi bagian dari visa umroh dan visa turis Saudi. Tapi belum tentu nanggung pembatalan penerbangan, bagasi hilang, atau hotel tambahan. Aku pribadi next time bakal pertimbangin asuransi perjalanan tambahan. Pas milih, cek polisnya nanggung apa aja: pembatalan trip, bagasi, medis, delay, dan apakah force majeure dikecualikan.

3. Obat dasar yang kami bawa

Paracetamol, obat demam, flu, batuk, tenggorokan, maag, alergi, Antimo, Counterpain/koyo, dan obat pribadi masing-masing.

Dari pengalaman: kami mulai sakit ringan gantian sekitar hari ke-6. Di masjid banyak banget orang dari berbagai negara, dan banyak yang batuk-pilek. Aku sendiri kena radang tenggorokan dan akhirnya beli throat spray di sana. Obat di Saudi menurutku terasa lebih mahal dari Indonesia, jadi obat dasar yang biasa kalian pakai (dan legal dibawa) lebih baik bawa dari rumah. Throat spray-nya aku beli di apotek di dalam Bin Dawood. Pengalamanku, apoteker di sana suka merekomendasikan produk yang lumayan mahal. Jadi jangan ragu tanya: "Ada yang lebih murah?"

Kalau perlu beli obat di Saudi

Cari apotek (pharmacy / صيدلية). Yang aku temukan:

Tips: simpan nama obat dalam nama generik (bukan cuma merek), biar apoteker di sana gampang cariin padanannya. Dan pakai Google Translate untuk nunjukin gejala.

4. Untuk perempuan: urusan haid

Ini bagian yang menurutku paling nggak boleh dilewatin. Banyak yang baru mikirin pas udah di Saudi.

4.1 Cek jadwal haid dari jauh hari

Hitung perkiraan haid kalian terhadap tanggal umroh. Kalau jatuhnya berdekatan, kalian punya tiga opsi. Pilih salah satu dari awal, jangan tunggu sampai di sana.

OpsiGimanaCatatan
A. Ubah tanggal tripGeser keberangkatan supaya jatuhnya jauh dari jadwal haidPaling aman buat badan, tapi nggak selalu bisa
B. Siapin waktu cadanganTetap berangkat, tapi atur itinerary supaya ada hari cadangan di Mekah buat nunggu suciIni yang kupikir paling realistis kalau nggak mau minum obat
C. Obat penunda haidKonsultasi ke dokter kandungan, pakai sesuai arahanLihat 4.2

4.2 Obat penunda haid: cerita adikku

Adikku konsultasi ke dokter kandungan (obgyn).

Aku sengaja nggak nulis dosis di sini. Ini obat hormonal, jadi kapan mulai minum, berapa lama, dan caranya harus dari dokter, nggak bisa asal beli atau ngikutin orang. Efeknya juga beda-beda tiap orang.

Yang aku cek dari sumber resmi

Konsultasi ke mana?

Ada yang nanya di X juga soal pakai Primolut buat umroh: dia udah konsultasi online dan dibilang boleh, tapi temennya nyaranin tetap ke dokter di RS. Intinya sama: thread di X. Menurutku ke dokter langsung itu jawabannya.

Hukum minum obatnya (dari sisi agama) ada beberapa pandangan ulama: ada yang membolehkan selama tidak membahayakan dan atas izin dokter, ada yang bilang lebih utama tidak memakainya. Rangkuman: Tafsir Al-Qur'an, hukum obat penunda haid dan IslamQA. Tanya ustaz yang kalian percaya.

4.3 "Bisa umroh nggak kalau lagi haid?"

Istilah di bagian ini: - Ihram: niat mulai umroh, sekaligus kondisi dengan larangan tertentu. - Miqat: batas tempat untuk mulai berihram. - Tawaf: mengelilingi Ka'bah 7 putaran. - Sa'i: berjalan 7 kali antara bukit Safa dan Marwah. - Tahallul: memotong rambut sebagai tanda umroh selesai. - Dam: denda ibadah berupa menyembelih hewan, karena melanggar ketentuan tertentu. - Fikih: ilmu tentang hukum dan tata cara ibadah dalam Islam.

Aku cari jawabannya ke beberapa sumber. Ringkasnya: haid tidak membatalkan umroh, tapi ada ibadah yang harus ditunda sampai suci, dan itu bukan sholat sunnah saja.

Yang bisa aku simpulkan dari sumber:

Yang aku belum bisa pastikan dari sumber

persisnya apa yang boleh dan nggak boleh selain tawaf (masuk masjid, baca Al-Qur'an, sholat). Itu tergantung mazhab dan penjelasan ustaz.

Aku nggak mau nulis "pokoknya bisa umroh walau haid, cuma nggak sholat sunnah", karena dari sumber yang kubaca, yang bermasalah itu tawafnya, dan itu rukun umroh.

4.4 "Tiba-tiba haid di Saudi, ngapain?"

Dari sumber di atas dan pengalaman kita, urutan yang menurutku masuk akal:

  1. Tenang dulu. Haid bukan berarti trip kalian gagal.
  2. Kabarin mutawif atau ustaz (kalau sewa). Tanya apa yang bisa dikerjakan sekarang, dan kapan tawaf-nya.
  3. Tunda tawaf dan sa'i, dan jangan tahallul sampai suci dan tawaf-nya selesai (lihat 4.3).
  4. Cek jadwal: tiket pulang, hotel, dan permit umroh di Nusuk. Kalau jadwal sempit, pikirin apa bisa diperpanjang. Dari yang aku baca, di Nusuk nggak ada fitur ganti tanggal. Caranya batalkan permit lewat tombol Cancel di bagian bawah permit (paling lambat sekitar 4 jam sebelum slot), lalu terbitkan permit baru. Aturan bisa berubah, jadi cek lagi di aplikasi.
  5. Isi waktunya dengan yang tetap bisa: dzikir dan doa, ziarah yang di luar area masjid (sesuai penjelasan ustaz), istirahat.
  6. Siapin pembalut dari awal. Di Saudi gampang dicari di supermarket dan apotek, tapi bawa sendiri lebih tenang.

Kalau haidnya nggak berhenti, ada opsi suntik yang lebih kuat. Ini harus sesuai anjuran dokter, efeknya bisa pengaruh ke mood, dan hasilnya nggak ada yang pasti. Dari yang aku baca, suntiknya sekitar Rp1,7 juta per suntik, belum termasuk konsultasi dokter.

Strategi yang menurutku bantu: karena aku prefer Mekah dulu, umroh bisa dikerjakan di awal. Kalau ternyata haid datang di tengah jalan, masih ada hari cadangan di Mekah (6 hari dalam itinerary kita).

4.5 Kalau perlu ke dokter atau rumah sakit

Info ini dari sumber-sumber berita dan Kementerian Kesehatan Saudi, beberapa sudah beberapa tahun lalu. Cek ulang lokasi dan jam bukanya di Google Maps.

Mekah

TempatInfo
Ajyad Emergency HospitalRumah sakit darurat di dekat Masjidil Haram (area King Abdulaziz Gate/Clock Tower). Menurut Kementerian Kesehatan Saudi, melayani kasus darurat sepanjang tahun (MOH)
4 pusat kesehatan darurat di sekitar HaramHalaman Barat (King Fahd Expansion, lantai 1, dekat Gate 85–88), Halaman Timur (basement Sa'i, dekat Gate of Peace), Halaman Selatan (dekat Ismail Gate), dan dekat Ajyad Bridge. Bisa merujuk ke Ajyad Hospital. (sumber)
Al Noor Specialist HospitalRS umum 24 jam, ± 3,5 km dari Haram (butuh transport)

Madinah

TempatInfo
Pusat kesehatan di sekitar Masjid NabawiBab Jibreel (dekat halaman timur, khusus kasus darurat), Al-Safiah, Bab Al-Salam, Bab Al-Majeedi (MOH)
Al-Ansar HospitalDisebut sebagai pusat utama penanganan darurat untuk jamaah Nabawi

Nomor darurat

ambulans 997 (Saudi Red Crescent), darurat umum 911. [Cek lagi sebelum publish]

Terakhir, saran dari aku: simpan alamat dan nomor hotel dalam bahasa Arab dan Inggris di HP, jadi kalau perlu minta tolong supir atau petugas, tinggal tunjukin.

Tambahan dari keluargaku

Waktu vaksin

Aturan Kemenkes Saudi: vaksin meningitis minimal 10 hari sebelum tiba. Agen kami bilang minimal dua minggu sebelum berangkat supaya vaksinnya bekerja maksimal. Aku sendiri saranin sebulan sebelumnya, jangan mepet, supaya ada waktu kalau efeknya bikin demam atau kurang enak badan. Vaksin dilakukan di rumah sakit yang bekerja sama dengan Kemenkes dan menyediakan vaksin internasional. Di tiap kota besar harusnya ada.

Obat yang aku bawa, dan kenapa

Harga obat di Saudi lebih mahal dari Indonesia, bisa sampai tiga kali lipat. Kalau mau beli di sana, ke apotek.

Asuransi di visa umroh

Setahuku, visa umroh sudah termasuk asuransi kesehatan. Kalau sakit, ada klinik atau pusat kesehatan di sekitar Masjid Nabawi dan Masjidil Haram (lihat daftar di atas). Dari sumber yang kubaca, Council of Health Insurance Saudi (CCHI) menyebut asuransi kesehatan wajib dan jadi bagian dari visa umroh, dengan batas manfaat maksimal SAR 100.000 (≈ Rp470 juta) dan lebih ke kasus darurat. Satu laporan menyebut masa perlindungannya 90 hari sejak masuk Saudi. Laporan lama menyebut cakupannya lebih luas (termasuk pembatalan penerbangan), tapi panduan yang lebih baru menyebut hanya darurat medis. Jadi jangan asumsikan pembatalan trip dan bagasi ikut ditanggung. Kalian bisa cek polis lewat layanan inquiry CCHI pakai nomor paspor atau visa. Sumber: Wego, asuransi umroh, Gulf News. Aku belum bisa memastikan apakah visa on arrival punya asuransi sendiri.

Detail vaksin: meningitis, polio, dan e-ICV

Saudi mewajibkan vaksin meningitis, dan sejak 2025 ditambah polio. Buat anak, aturan ini berlaku mulai usia di atas 2 tahun. Buktinya dulu buku kuning (ICV), sekarang berupa e-ICV digital yang biasanya dicek waktu check-in di bandara.

Kisaran biaya yang aku baca, tergantung faskes:

Cari faskes yang berizin lewat situs Kemenkes (Sinkarkes), lalu bandingkan lokasi, layanan, dan harganya. Pastikan e-ICV kamu ikut diterbitkan, dan simpan di HP.

Tips supaya nggak gampang sakit

Kita bisa sakit di sana. Cuacanya panas ekstrem, dan badan capek karena banyak jalan. Ini yang menurutku penting:

Pertanyaan yang sering ditanya

Vaksin apa yang wajib dan kapan?

Vaksin meningitis (ACYW atau ACYWX), minimal 10 hari sebelum tiba menurut aturan Saudi. Aku saranin sebulan sebelumnya supaya nggak mepet. Soal polio, cek aturan terbaru.

Bisa umroh kalau lagi haid?

Haid tidak membatalkan umroh, tapi tawaf menunggu sampai suci, dan sa'i dan tahallul menyusul setelah tawaf. Detail dan sumbernya ada di halaman ini. Untuk hukumnya, tanya ustaz.

Kembali ke guide inti