Hotel umroh mandiri di Mekah dan Madinah: pengalaman aku dan rekomendasinya
Foto: Hakam Magdea Fardana Ansie di Unsplash
Ringkasnya: di Mekah aku nginep 5 malam di Maysan Al Maqam (Ajyad), dan di Madinah 6 malam di Jiwar Al Madinah. Dua-duanya kamar isi 4, dua-duanya aku pesan lewat Traveloka karena paling murah dibanding Agoda dan Trip.com. Pelajaran terbesarku: jarak di Google Maps nggak nyeritain tanjakan, panas, dan jauhnya pintu perempuan. Di halaman ini ada hotelku, cara milih hotel dari gate masjidnya, dan rekomendasi hotel per kelas.
Isi halaman ini:
- Hotel yang aku pakai
- Cara milih hotel
- Rekomendasi hotel per kelas
- Area hotel di Mekah
- Tips dari pengalamanku
- Pertanyaan yang sering ditanya
Hotel yang aku pakai
Mekah: Maysan Al Maqam, Ajyad
Aku nginep 5 malam di kamar isi 4, tanpa breakfast, ± Rp9 juta (sekitar Rp1,8 juta per malam). Jalan kaki ke pelataran Haram sekitar 10 menit. Di Traveloka ratingnya 8,5 (38 ulasan), alamatnya 65 Ajyad Al Masafi St, dan jaraknya sekitar 793 m dari Masjidil Haram (garis lurus).
Nggak ada deposit. Early check-in beberapa kali kami dapat, sampai 5–7 jam lebih awal dari jam check-in, karena hotelnya lagi nggak penuh. Ada juga yang dapat upgrade kamar.
Apa itu OTA? OTA (Online Travel Agent) itu situs atau aplikasi pemesanan, seperti Traveloka, Agoda, dan Trip.com.
Ajyad itu kawasan di sekitar Jalan Ajyad dekat Clock Tower. Banyak hotel, tempat makan, dan supermarket, masih bisa jalan kaki ke masjid. Tapi sebagian jalannya nanjak, jadi "10 menit di Google Maps" belum tentu terasa 10 menit, apalagi kalau lagi panas, habis ibadah, atau jalan bareng orang tua.
Madinah: Jiwar Al Madinah
Aku nginep 6 malam di kamar isi 4, ± Rp8 juta (sekitar Rp1,3 juta per malam). Jalan kaki ke pelataran sekitar 5 menit. Di Traveloka namanya Jiwar Al Madina Hotel, rating 8,8 (361 ulasan), sekitar 368 m dari Masjid Nabawi (garis lurus).
Hotelnya dekat sisi Raudhah dan gate laki-laki, tapi ke area perempuan jalan sekitar 10–15 menit.
Apa itu gate? Gate itu pintu masuk masjid. Masjidil Haram dan Masjid Nabawi punya banyak gate bernomor, dan jaraknya bisa jauh antara satu dan lainnya.
Tips buat perempuan: dekat Masjid Nabawi belum tentu dekat area sholat perempuan. Next time aku mau cari hotel yang lebih dekat dengan gate 300-an. Jadi waktu cari hotel, tanya: "sekian meter dari gate mana?"
Breakfast atau enggak?
Kami sengaja tanpa breakfast karena bikin hotel jauh lebih mahal, dan kami suka cari makan sendiri (buah, roti, susu, snack di kulkas). Kalau mau tambah breakfast hotel, kira-kira SAR 50–100 per orang (≈ Rp235–470 ribu). Buat yang bawa lansia atau nggak mau ribet, breakfast mungkin worth it.
Apa itu SAR? SAR itu kode buat riyal Saudi, mata uang Arab Saudi. Di guide ini aku tulis kira-kira rupiahnya pakai kurs SAR 1 ≈ Rp4.700.
Kamar yang aku cari
Kami berempat perempuan satu kamar, barangnya banyak. Jadi aku prioritasin ukuran kamar, lokasi, dan kenyamanan, bukan bintang. Ada hotel 3 bintang yang nyaman, dan ada hotel dengan rating rendah tapi baru direnovasi.
Cara milih hotel
Checklist yang aku pakai waktu bandingin hotel:
- Gate terdekat yang mana? (dan ke area perempuan gimana?)
- Jalannya nanjak atau datar?
- Bawa lansia? Pertimbangkan lebih dekat walaupun lebih mahal
- Ukuran kamar cukup buat semua koper?
- Ada kettle dan kulkas? (aku pakai buat Energen dan stok buah)
- Early check-in dan late check-out bisa?
- Ada deposit atau enggak?
- Breakfast: perlu atau enggak?
Rekomendasi hotel per kelas
Ini rekomendasi hotel di Mekah dan Madinah, dibagi tiga kelas. Aku belum nginep di semuanya, jadi anggap ini referensi, bukan review. Bintang di tabel adalah bintang yang tertulis di hotelnya.
| Kelas | Mekah | Madinah |
|---|---|---|
| Hemat (bintang 3) | Winner Inn Ajyad Hotel (dulu Mather Al Eiman) | Al Ansar Golden Tulip |
| Menengah (bintang 4) | Azka Al Safa Hotel | Odst Al-madinah |
| Premium (bintang 5) | Makkah Clock Royal Tower, A Fairmont Hotel | Anwar Al Madinah Mövenpick |
Rating, jarak, dan harga di Traveloka (dicek 29 Oktober 2026), per kamar per malam "mulai dari", untuk Oktober 2027:
| Hotel | Rating Traveloka | Jarak ke masjid (garis lurus) | Harga Oktober 2027 |
|---|---|---|---|
| Winner Inn Ajyad Hotel | belum ada | 692 m ke Masjidil Haram | belum muncul di Traveloka |
| Azka Al Safa Hotel | belum ada | 534 m ke Masjidil Haram | belum muncul di Traveloka |
| Makkah Clock Royal Tower, A Fairmont Hotel | 9,0 (1.118 ulasan) | di kompleks Abraj Al Bait | Rp6.740.990 (5–10 Okt 2027) |
| Al Ansar Golden Tulip | 8,9 (10 ulasan) | 693 m ke Masjid Nabawi | belum muncul di Traveloka |
| Odst Al-madinah | 6,9 "Mengecewakan" (125 ulasan) | 758 m ke Masjid Nabawi | belum muncul di Traveloka |
| Anwar Al Madinah Mövenpick | 7,5 "Memuaskan" (1.119 ulasan) | tamu menulis "lokasi pas di depan Masjid Nabawi" | belum muncul di Traveloka |
Kamar untuk Oktober 2027 baru terbuka di sebagian hotel, jadi harganya belum bisa dibandingkan semua. Cek lagi sekitar 3–6 bulan sebelum berangkat. Sebagai acuan musim yang sama, hotelku (Maysan Al Maqam dan Jiwar Al Madinah) dibayar sekitar Rp1,8 juta dan Rp1,3 juta per malam untuk kamar isi 4 di akhir September sampai Oktober 2026. Jiwar Al Madina menampilkan Rp26,9 juta per malam untuk Oktober 2027, angka yang kelihatan tidak wajar, jadi jangan dijadikan patokan.
Beberapa catatan:
- Mather Al Eiman di Traveloka sudah berganti nama jadi Winner Inn Ajyad Hotel, jadi cari dengan nama itu.
- Rating Odst di Traveloka paling rendah di daftar ini. Baca ulasannya dulu sebelum memesan.
- Di Madinah, nama hotel tidak selalu persis sama di tiap situs (misalnya Qasr Al Anshar dan Al Ansar, atau Movenpick dan Anwar Al Madinah Mövenpick). Cek nama dan alamat sebelum memesan.
- Jarak di Traveloka dihitung garis lurus. Jarak jalan kaki sebenarnya bisa beda, apalagi kalau jalannya menanjak.
Area hotel di Mekah
Pelataran itu halaman terbuka di sekeliling masjid. Kalau sebuah hotel disebut dekat pelataran, artinya dekat halaman masjid, belum tentu dekat gate yang kita pakai.
| Area | Jarak ke Haram | Harga relatif | Catatan |
|---|---|---|---|
| Ajyad, Clock Tower, Jabal Omar | Paling dekat | Mahal | Jalan kaki paling gampang |
| Al Misfalah | ± 800 m–1,2 km | Menengah | Seimbang antara jarak dan harga |
| Al Aziziyah | ± 3 km | Murah | Butuh transport ke masjid |
Harga naik tajam waktu Ramadan dan musim haji.
Tips dari pengalamanku
- Area Haram besar dan bersih. Waktu aku ke sana nggak terlalu ramai, karena bukan peak season.
- Yang paling berkesan soal hotel justru urusan transport. Bagasi harus kita angkat sendiri, dan kalau koper terlalu besar, kadang susah dimasukin ke mobil. Pilih hotel yang akses jalannya enak buat bawa koper.
- Supermarket dekat hotel. Laundry ditawarin orang di depan hotel, SAR 10–15 per kg (≈ Rp47–70 ribu), dan jadinya dalam sehari, diantar ke depan hotel.
- Kamar kami ada kettle dan kulkas, nggak ada microwave, dan housekeeping datang tiap hari.
- Madinah sejauh ini lebih murah dari Mekah. Di sekeliling Masjid Nabawi banyak penjual, makanan, dan supermarket yang gampang diakses.
Pertanyaan yang sering ditanya
Budget hotel umroh mandiri berapa?
Di akhir September sampai Oktober 2026, aku bayar sekitar Rp1,8 juta per malam di Mekah dan Rp1,3 juta per malam di Madinah, untuk kamar isi 4 tanpa breakfast. Harganya naik tajam waktu Ramadan dan musim haji.
Hotel harus yang paling dekat Haram?
Nggak harus. Yang aku cek bukan cuma meter, tapi gate terdekat, tanjakan, dan jauhnya pintu perempuan. Kalau bawa lansia, baru lebih baik pilih yang lebih dekat.
Perlu breakfast hotel?
Kami nggak ambil, dan buah, roti, dan susu dari supermarket cukup. Kalau bawa lansia atau nggak mau ribet cari makan, breakfast mungkin worth it.
Link booking hotel dan tempat aku memesannya ada di Rekomendasi, tab Booking.